Selasa, 01 Februari 2011

Teori Pembentukan Bumi

Thales (624-547SM)

Pada zaman ini seorang pilosof yunani bernama thales telah mengemukakan beberapa teorinya tentang bumi.Thales adalah seorang murid di salh satu Cos (Perguruan) di Babilonia.Menurut thales alam semesta terdiri atas beberapa kompenen inti yang menjadi dasar kehidupan makhluk di permukaan bumi.Kompenen tersebut berupa  :
  1. air
  2. api
  3. bumi
  4. udara
Dengan demikian ia berpendapat bahwa bumi merupakan benda alam semesta yang sudah ada dan merupakan penyusun alam semesta.Thales berpendapat bahwa bumi merupakan benda yang terapung di atas air.Pendapat ini dikeluarkan untuk menjelaskan bahwa gempa bumi diandaikan sebagai kapal yang terkena ombak sehingga oleng.
Anaximander (585-528)
Seorang filosof terkenal yang bertempat tinggal di lonia atau tepatnya di Miletus.Ionia terletak di semanjung asia kecil.Pada abad ke 6 dan 7 SM Ionia menjadi pusat kebudayaan pada zaman yunani.Pendapat Anaximander tidak berbeda jauh dengan Thales, meskipun Ia beranggapan bahwa unsur penyusun utama alam semesta yang terdiri atas beberapa komponen dasar.Dari 4 komponen tersebut mengadakan interaksi membentuk senyawa atau bentukkan lainnya:
  1. api
  2. air
  3. bumi
  4. udara
ada beberapa factor lainnya yang sangat penting yaitu “Apeiron” yang berupa unsur alam lainnya berupa hal-hal yang saling bertentangan:
  1. panas – dingin
  2. basah – kering
peranan dari apeiron adalah sebagai pengontrol dari keempat unsur penyusun alam semesta.Berdasarkan teorinya tersebut, maka ia berpendapat bahwa alam semesta terbentuk karena adanya pemampatan (kondensasi) sebagian dari udara. Setelah memampat diikuti oleh pendinginan dan terbentuklah bumi.Bumi yang terbentuk mirip dengan daun meja yang pipih dan didukung oleh udara, sehinga bumi dapat bergerak. Kepipihan bumi berfungsi sebagai untuk menahan diri agar dapat melayang.
Phytagoras (abad ke 6)
Phytagoras merupakan salah satu pemikir dan ahli matematika Yunani. Beberapa dalil-dalilnya yang sampai saat ini dipergunakan dalam ilmu ukur yang dikenal dengan rumus/dalil Phytagoras.Selama hidupnya ia mengembara hingga ke Asia dan Mesir. Pada tahun 550 SM ia menetap di Crotona (Italia) & kemudian mendirikan perguruan agama. Pengikutnya dikenal dengan sebutan Phytagorean.Pendapatnya tentang bumi, ia menyatakan bumi berbentuk bulat & berjalan diangkasa. Tetapi kebenaran tentang kebulatan bumi masih simpang siur.Hal ini belum ada kesepakatan & pembuktian-pembuktian secara ilmiah, mengingat kondisi budaya berpikir pada saat itu masih dibelenggu oleh ajaran agama tertentu.
Demokritos (460-370)
Pemikir ini lahir di Abdera sekitar Babilonia. Ia lebih terkenal dengan teori-teori atomnya. Atom dianggap sebagai substansi material yang memungkinkan terbentuk struktur & keberaturan alam semesta.Hubungan antara atom dengan terbentuknya alam semesta adalah erat, dimana atom-atom yang berbeda bentuk saling memisahkan diri dari masa yang tidak berbentuk & berkumpul disatu ruang kosong yang sangat luas.Di tempat kosong tersebut atom-atom berkumpul & membentuk suatu pusaran. Atom-atom berdesakan, dimana atom-atom cahaya menetap pada bagian luar, sedangkan atom lainnya membentuk rangkaian yang tidak terputus, berbentuk sabit & membentuk kulit luar. Inilah langit.Pada pusatnya terdapat benda-benda yang terbentuk disana & sekarang sudah mulai memisahkan diri dimana sebagian ada yang terbang keatas & berkedudukan pada kulit luar. Inilah yang disebut dengan benda langit.Semua benda tersebut bergerak mengelilingi massa sentral yaitu bumi yang telah terbentuk. Gerakannya disebabkan karena mengeringnya massa sentral ini & menguapnya air sehingga bumi & laut terpisah.
Copernicus (1473-1543)
Suatu pendapat baru tentang alam semesta dinyatakan oleh Copernicus yaitu HELIOSENTRIS. Teori ini menyatakan bahwa matahari merupakan pusat peredaran dari benda alam.Matahari merupakan pusat dari alam semesta & kedudukannya adalah tetap (stationer). Seluruk gerakan penampakannya hanya merupakan khayalan belaka dari gerakan bumi.
Galilei Galileo ( 1564-1642)
Galileo dilahirkan di Pisa, seperti halnya Copernicus ia memulai pendidikan tingginya di fakultas kedokteran. Tetapi pada perkembangan pemikirannya  ia sangat menaruh perhatian yang cukup bersar pada bidang matematika.Akhirnya ia berhasil mendapatkan gelar gurubesar (professor) dalam bidang matematika dan astronomi (1598).Pemikiran Galileo tentang alam semesta sangat di pengaruhi oleh democritos. Ia berpendapat bahwa alam terrbentuk dari partikel atom dan bergerak bebas di alam raya.Materi-materi yang bebantuk atom itulah yang akhirnya menjadi penyusun alam termasuk bumi.Kemajuan yang dipelopori Galileo adalah dari hasil penelitiannya tentang benda alam dengan menggunakan teropong bintang. Dengan alat tersebut ia dapat mengamati secara jelas tentang benda-benda langit.
Isaac Newton (1643-1723)
Newton dilahirkan di sebuah tempat bernama woolsthrope, Lincolnshire, inggris
Tepat setahun setelah meninggalnya Galileo dan seabad setelah meninggalnya Copernicus.Banyak hasil karya, penelitian dan pemikiran dalam bidang matematika, filsafat maupun ilmu fisika. Dalam kaitanya dengan teori pembentukan alam semesta, Newton barpendapat mirip dengan Galileo.Namun keunggulan dari teori Newton dapat membuktikannya dengan teori kosmologinya. Newton mampu menyelesaikan permassalahan tentang apakah yang memungkinkan sehingga alam semesta berkedudukan sebagai kosmos dan bukan sebagai khaos.Berdasarkan teori Newton tentang gaya gravitasi, maka ia dapat membuktikan suatu kekuatan tentang gaya yang mengatur pergerakan bumi, planet, dan benda lainya yang berputar pada porosnya atau orbiotalnya. Gaya yang bekerja tersebut berbanding terbalik dengan kuadrat dari jaraknya.



Albert Einstein (1879-1955)
Einstein dilahirkan di ulm, jerman pada tanggal 14 maret 1879. semasa kecilnya ia di kenal anak yang abnormal, karena hingga usia 9 tahun belum dapat berbicara dengan lancar dan nyentrik.Keragu-raguan akan bentuk bumi yang bulat menjadi sirna setelah colombus mengadakan perjalanan panjang, sehingga mereka kembali ke tempat semula (awal pemberangkatan).Untuk membahas tentang kejadian bumi tidak dapat di bahas secara sendiri, melainkan harus di kaitkan dengan filosofis tentang pembentukan/kejadian alam semesta. Suatu ilmu yang mempelajari tentang asal mula dari alam semesta disebut dengan kosmologi.
Pembahasan masalah kosmologi tidak terlepas dengan pengertian tentang :
1.  Ruang (space)
2.  Waktu (time)
3.  Gerak (motion)
4.  Jarak bintang (magnitute)
5.  Gaya (force)
6.  Materi (matter)
7.  Perubahan (change)
8.  Interaksi (interaction)
9.  Bilangan (number)
10. Kualitas (quality
11. Kausalitas (qausality)
Banyak para pakaryang mengemukakan teori-teorinya tentang alam semesta yang membahas masalah alam semesta di tinjau dari 2 aspek :
(1)   alam semesta dilihat dari secara keseluruhannya
(2)   alam semesta dilihat dari unsure-unsurnya.
Dari aspek keseluruhan, alam semesta dapat di bahas melalui aspek :
  1. asal mula alam semesta
  2. tertib alam semesta
  3. kesempurnaan alam semesta
Dari aspek unsur-unsur alam semesta terbagi atas pokok bahasan :
  1. benda mati atau dunia anorganik, mencakup :
    1. batuan
    2. tanah
    3. air
  2. benda hidup atau dunia organik, mencakup :
    1. dunia tumbuh-tumbuhan
    2. dunia hewan
    3. dunia manusia
Lapplace (1749-1827)
Pada tahun 1796 seorang pakar astronomi dan matmatika dari suku bangsa prancis bernama Piere Simon Marquis de lapplace telah merumuskan suatu konsepsi tentang terbentuknya bumi dan jagat raya.Lapplace secara terus menerus mengembangkan konsepsi/pemikiran dari seorang pakar dari jerman bernama Imanuel Kant (1724-1804).Menurut Lapplace,asal mula bumi terbentuk dimulai dari adanya kabut berupa gas yang saling mendekati satu sama lainnya.Pada saat terjadinya suatu pusaran inti kabut.Pusaran semakin lama semakin cepat dank abut di sekitarnya tersedot dan ikut berputar sehingga putaran kabut semakin lama semakin cepat dan bola kabut semakin besar.Dengan kecepatan pusaran yang sangat cepat,menimbulkan gesekan antar massa kabut yang mengakibatkan timbulnya panas.Suhu semakin tinggi sesuai dengan semakin cepatnya gesekan antar massa kabut.Titik kulminasi suhu tersebut menimbulkan kabut tersebut berpijar (nabula) yang berputar secara gaya sentrifugal.Pada kondisi perputaran yang maksimum,sebagian nabula tidak kuat untuk bertahan sehingga terlontar dan terpisakan antara satu dengan lainnya.Pecahan-pecahan nabula itu berputar sendiri-sendiri dengan ukuran dan kecepatan yang berbeda.Pada kondisi suhu maksimum terjadi reaksi inti (nuklir),dimana unsure mengalami pembentukkan dari unsure sederhana menjadi unsure yang kompleks.Dengan menurunnya suhu,maka reaksi nuklir terhenti,maka terbentuklah susunan serta planet dan tata surya lainnya yang kita lihat sekarang ini.Berubahnya pola api dari panas ke dingin,diduga dimulai dari panas menjadi cair,proses ini diduga telah berjalan sekitar 4 milyar tahun yang lalu.Menurut konsep ini matahari dan bintang yang bercahaya merupakan sisa-sisa nabula yang belum padam.Bulan merupakan salah satu contoh pecahan nabula yang telah padam sekitar tahun yang lalu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar